Pakue News

Ngobrol sambil Cek Data : KPM Mikuasi Dapat Pendampingan Langsung PD-PLD


    *Mikuasi, Pakue* – Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara  melakukan pendampingan informal kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Mikuasi pada Rabu, 20 Mei 2026 di Kantor Desa Mikuasi. Kegiatan ini bukan acara resmi, melainkan bentuk kerja nyata TPP (Tenaga Pendamping Profesional ) dalam pendampingan teknis langsung di luar agenda formal desa.

        Fokus pendampingan adalah memastikan proses penginputan data, pemantauan indikator, hingga validasi skor di aplikasi eHDW p berjalan lancar dan sesuai kondisi riil. Suasana diskusi berlangsung santai namun tetap teknis, dengan KPM mempraktikkan langsung penginputan data di hadapan PD dan PLD.

        Pendamping Desa Kecamatan Pakue, [Umar], mengatakan pendampingan non-formal seperti ini penting agar KPM tidak ragu bertanya dan langsung menyelesaikan kendala di tempat. “Kalau ada kendala input atau bingung validasi skor, langsung kita selesaikan sama-sama. Jadi tidak ada data yang tertahan,” ujarnya.

        Pendamping Lokal Desa Mikuasi, [Annisa Fauziyyah.S], menambahkan bahwa pasca pelatihan KPM yang telah dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pakue teman-teman KPM memiliki banyak kemajuan dalam menggunakan aplikasi eHDW. “Alhamdulillah, data sasaran sudah lengkap dan sesuai kondisi lapangan. Sekarang tinggal kita pastikan semuanya terinput dengan benar ke dalam aplikasi eHDW dan tidak ada pemantauan indikator yang terlewatkan, biar validasinya lancar,” jelasnya.

        Salah satu KPM Desa Mikuasi mengaku terbantu dengan pendampingan langsung ini. “Lebih enak kalau langsung didampingi. Kalau ada salah input langsung diperbaiki, jadi tidak bolak-balik,” kata salah satu KPM.

        Kegiatan ditutup dengan pengecekan ulang data bersama dan kesepakatan KPM untuk melanjutkan pemantauan rutin di wilayah tugas masing-masing.


Written by : TPP Kecamatan Pakue

Bantuan Cair 5 Mei 2026, Warga Mikuasi Terima BLT DD Tahap II

*Mikuasi, Pakue* – Pemerintah Desa Mikuasi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap II Tahun 2026 kepada 1 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Senin, 5 Mei 2026. Penyaluran dilakukan secara langsung di rumah penerima manfaat Desa Mikuasi.

Bantuan yang disalurkan mencakup alokasi bulan April, Mei, dan Juni 2026 dengan total Rp900.000 untuk 1 KPM. Penyaluran dilakukan secara tunai oleh Kepala Desa Mikuasi bersama Camat Pakue untuk memastikan proses berjalan transparan dan tepat sasaran.


Kepala Desa Mikuasi Ahmad , menyampaikan bahwa meskipun penerima manfaat hanya 1 orang, proses verifikasi dan validasi data tetap dilakukan sesuai aturan. “BLT DD ini diperuntukkan bagi warga miskin ekstrem yang belum menerima bantuan sosial lain. Kami pastikan datanya sudah sesuai hasil Musdes,” ujarnya.


Camat Pakue yang turut hadir mengapresiasi langkah cepat Pemdes Mikuasi dalam menyalurkan bantuan kepada warganya. “Kehadiran kami di sini untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan yang berhak, tanpa potongan dan sesuai ketentuan,” tegas Camat Pakue.


Penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. “Terima kasih kepada pemerintah desa dan kecamatan. Bantuannya sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.


Penyaluran BLT DD Tahap II Desa Mikuasi berjalan tertib, lancar, dan disaksikan dan didampingi langsung oleh Pendamping Desa dan perangkat desa serta perwakilan masyarakat. 


Oleh: TPP Pakue

OJT KPM Se-Kecamatan Pakue Rampung, Kader Siap Tingkatkan Kinerja Di Desa

Pakue – Kader Pembangunan Manusia se-Kecamatan Pakue mengikuti kegiatan _On the Job Training_ (OJT) tentang aplikasi eHDW yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Pakue. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa Tanggal 12 Mei 2026. Di ikuti oleh 10 desa, dengan masing-masing desa mengirimkan 2 orang KPM.

Acara dibuka secara resmi oleh Camat Pakue Sarnia, SH dalam sambutannya menekankan pentingnya peran KPM dalam memastikan data stunting dan kesejahteraan keluarga terinput secara akurat melalui aplikasi eHDW.

“Kader adalah ujung tombak di desa. Dengan menguasai eHDW, kita bisa memastikan intervensi tepat sasaran dan laporan ke kabupaten jadi lebih cepat dan valid,” ujarnya.

Kegiatan OJT ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Kabupaten, Sultan Darampa, yang memberikan materi teknis sekaligus praktik langsung penggunaan aplikasi eHDW. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari cara input data, melakukan validasi, hingga memastikan data sesuai kondisi lapangan.

Melalui OJT ini, diharapkan seluruh KPM di Kecamatan Pakue mampu mengoperasikan eHDW secara mandiri, sehingga kualitas data konvergensi stunting di tingkat desa meningkat dan mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kolala Utara Khusunya Kec.Pakue.

Adapun beberapa rekomendasi yang di berikan oleh TAPM Kabupaten Pic eHDW :
1. Bagi peserta yang telah mengikuti OJT, atau dianggap sudah dapat melakukan updating / upload di aplikasi, dkasih target untuk maksimal tanggal 17 Mei untuk melakukan penyempurnaan upload. 
2. Akan dilakukan kunjungan atau monitoring ke desa untuk mengevaluasi target yang sudah ditentukan atau disepakati dalam forum pelatihan 
3. Mengagendakan Rakor Kecamatan, bersama Camat dan aparat kecamatan, para kepala desa dan pihak lainnya, dimana para alumni pelatihan alias KPM yang akan amemprestasikan seluruh progres yang ada dalam apliaksi eHDW.


Created by: TPP Pakue

Sukses Ayam KUB Pedaging BUMDes Toaha

Toaha mulai bulan depan, April 2026, telah memastikan untuk memasok kebutuhan ayam potong ke sejumlah pasar-pasar tradisional dan dapur MBG di seputaran Kecamatan Pakue Kolaka Utara.

Optimis sang Kades Toaha Sunardi SH ini dikarenakan sistem peternakan ayamnya, ayam KUB pedaging, sudah dapat dipanen April 2026 nantinya, dan angka itu juga besar, bisa mencapai lebih seribuan ekor ayam pedaging dengan umur sekitar 3 – 4 bulan.

Ia mengakui, bahwa dipilihnya ayam KUB pedaging ini sebagai program Ketapang Toaha itu lantaran pangsa pasar yang sangat besar di daerahnya, dimana kebutuhan ayam pedaging yang selama ini dikenal dengan ayam ras, karena memang selain cara pemeliharannya yang cukup simple, tidak terlalu rewel dan sistem perkandangannya cukup dilepas dalam area yang dikelolongi jaring, yang tentu berbeda dengan ayam ras.

Kemudian, karena ayam KUB ini sebenrnya adalah ayam kampung super, jadi sistem pemelirahaanya sama dengan ayam kampung. “Cuma yang harus dijaga adalah pakannya, karena tidak boleh terlambat, sehingga ayam-ayam tersebut tidak saling mematok,” ungkapnya.

Kalau pakan di kandang habis, maka yang dipatok itu adalah ayam teman-temannya, dan itu kalua tidak sering dikontral bisa jadi mati. “Kadang beberapa ekor itu harus diungsikan dari perkandangan, karena usai dipatok, luka-luka, jadi dikeluarkan dulu dari kendang untuk diobati,” terangnya.


Bahkan lebih jauh sang Kades pun telah membuat rencana ke depan, bila panen perdana ini telah selesai, maka pengadaan bibit ayam KUB pedaging pun akan ditambah, apalagi memang luasan perkandangannya terhitung masih longgar.

Sementara itu, Sunardi SH juga masih mengakui akan mengembangkan peternakan ayam petelur yang areal kandangnya masih cukup luas. “Karena modal BUMDes masih ada Rp200 juta, maka coba membuat kandang ayam petelur,” terangnya seraya mengakui bahwa modal BUMDes ini murni kegiatan usaha BUMDes di luar program Ketapang 20%.

Jadi sekalian, selain pengembangan ayam KUB pedaging yang memang diperuntukan stocking daging ayam, juga ada stok untuk telur-telur, sehingga Toaha ke depannya akan dapat menjadi suplayer pada dua kebutuhan sehari-hari Masyarakat tersebut.

(nurbaya/umar)

Ikan Nila Mikuasi Dipasok Kebutuhan MBG

Setelah pembenahan kolam / tambak budidaya air tawar secara permanen dengan dukungan aliran Sungai dan perpipaan besar sebagai suplayer kebutuhan air bagi kolam tersebut, maka secara tegas BUMDes Desa Mikuasi, kecamatan Pakue Kab.Kolaka Utara, menyiapkan diri untuk jadi penyedia bibit ikan nila ke depan.

Rencana ini memang sudah sesuai dengan agenda dan visi BUMDes dalam pengembangan budidaya air tawar. Karena selain infrastruktur tambak yang memadai, juga telah dbangun 5 kolam kecil khusus untuk pembiakan bibit Nila, disertai dengan kincir / blower dan rangkaian perpipaan kecil pada setiap kolamnya.

Tambak induk dengan luasan 0,5 hektar ini mampu menampung bibik Nila sedikitnya 30.000 ekor, meski memang saat ini baru 26.000 ekor yang telah ditebar. Apalagi suplai makanan tambahan dari tanaman air, termasuk Azola, kangkong, serta pembiakan lumut, yang nantinya selain sebagai makanan Cadangan ikan alami juga menjadi pelindung / pendingin kolam.

Direktur BUMDes Mikuasi mengakui kalua semua pembenahan ini memang berasal dari DD Ketapang 2025, termasuk diantaranya Adalah renovasi rumah jaga / Gudang stok pakan dan sejumlah peralatan lainnya.

Bahkan pihaknya juga telah menempatkan satu orang jaga di tambak ini, karena memang dikhawatirkan akan dipancing secara illegal oleh pihak-pihak tertentu, dan ini memang pernah terjadi.

Dalam kunjungan monitoring DD Tahap II 2025 Ketahanan Pangan ini, dengan diskusi oleh para pengelola dan Pemdes, maka beberapa catatan-catatan menarik diantaranya Adalah :


1.    Pada usia ikan memasuki bulan keempat, maka harus dipindahkan ke kolam yang lebih kecil untuk pembiakan induknya, sehingga ke depannya tidak lagi menyuplai bibit nila dari luar. Minimal untuk kebutuhan bibit untuk tambak dapat tersuplai.

2.    Mempersiapkan beberapa kolama-kolam kecil,... (ada 5 kolam kecil) untuk pembiakan bibit ikan nila peruntukkan untuk dijual ke pihak lain. Jadi BUMDes ini juga akan menjadi menyuplaio bibit ikan.

3.    Memperbaiki kembali bagian-bagian kolam yang masih perlu pembenahan dan terus menstabilkan air yang masuk ke dalam tambak.

4.    Membutuhkan modal tambahan dari Pemdes dan membuat jaringan dukungan ke Dinas Perikanan Pemkab Kolaka Utara

(nurbaya/umar)

 


Penyerahan Dana Ketahanan Pangan Bumdes Permata Hati Mikuasi

 

Pemerintah Desa Mikuasi Telah Melaksanakan Kegiatan Penyerahkan Dana Ketahanan Pangan Pada Hari Kamis, 11 September 2025 di Kantor Desa Mikuasi. Yang di Saksikan Oleh TPP, BPD dan Bhabinkamtibmas dengan Jumlah Dana Rp.220.000.000. Kegiatan Ini Merupakan bagian dari pelaksanaan penggunaan Dana Desa Tahun 2025, Sesuai dengan ketentuan bahwa minimal 20% Dari Dana Desa digunakan untuk mendukung ketahanan pangan dan hewani di tingkat desa.

Dana Ketahanan Pangan ini akan di kelolah oleh BUMDes dengan memperkerjakan masyarakat dalam Pengembangan Budidaya ikan Nila dan nanti kedepannya akan menjadi Agrowisata bagi Masyarakat.

Kepala Desa Ahmad dalam sambutannnya menyampaikan bahwa "program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menjaga ketersedian pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga dan dalam pengelolahannya yang transparan dan akuntabel",.

Oleh: Umar TPP Pakue